Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

Lima Desa di Sragi Jalani Verifikasi 5 Pilar STBM untuk Perkuat Perilaku Hidup Sehat

LAMPUNG SELATAN – Upaya meningkatkan sanitasi dan perilaku hidup sehat di Kecamatan Sragi terus diperkuat. Tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) tingkat Provinsi Lampung bersama Kabupaten Lampung Selatan melakukan verifikasi penerapan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di lima desa Kecamatan Sragi.

Verifikasi tersebut dilakukan untuk melihat penerapan perilaku higiene dan sanitasi di tengah masyarakat. Sebab, keberhasilan STBM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas sanitasi, tetapi juga perubahan kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan verifikasi menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi penerapan STBM secara langsung di tingkat desa.

Lima Pilar STBM Jadi Fokus Verifikasi

Lima pilar STBM menjadi komponen utama yang diperiksa dalam program tersebut.

Pilar pertama adalah Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS). Masyarakat didorong menggunakan jamban yang memenuhi ketentuan sehingga limbah manusia tidak mencemari lingkungan.

Pilar kedua adalah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Sementara itu, pilar ketiga berhubungan dengan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga secara aman. Pilar keempat menekankan pengelolaan sampah rumah tangga, sedangkan pilar kelima berkaitan dengan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Kelima unsur tersebut merupakan komponen STBM yang digunakan dalam program kesehatan lingkungan.

Verifikasi Dilakukan di Lima Desa Kecamatan Sragi

Tim Kesling melakukan verifikasi di lima desa yang berada di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan.

Melalui kegiatan tersebut, tim dapat melihat penerapan sanitasi di tingkat masyarakat. Verifikasi juga penting untuk memastikan bahwa perubahan perilaku tidak berhenti setelah program atau sosialisasi selesai.

Selain itu, pemantauan diperlukan untuk mempertahankan kebiasaan sanitasi yang sudah terbentuk.

Dalam pelaksanaan STBM secara umum, monitoring dilakukan melalui pengamatan kondisi di masyarakat dan kunjungan rumah. Petugas kemudian dapat memberikan penjelasan maupun saran mengenai penerapan lima pilar STBM.

Perilaku Hidup Sehat Dimulai dari Rumah

Keberhasilan STBM sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.

Rumah tangga menjadi tempat utama penerapan kebiasaan sanitasi. Penggunaan jamban, kebiasaan mencuci tangan, pengolahan makanan, hingga pengelolaan sampah merupakan aktivitas yang dilakukan setiap hari.

Oleh karena itu, perubahan perilaku menjadi bagian penting dalam program STBM.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan fasilitas. Mereka juga perlu memiliki kesadaran untuk menggunakan dan menjaga fasilitas tersebut secara konsisten.

Pendampingan pun dibutuhkan karena perubahan perilaku sanitasi tidak selalu dapat dicapai secara instan. Pengalaman pelaksanaan STBM di berbagai daerah menunjukkan perubahan kebiasaan membutuhkan waktu serta pendampingan berkelanjutan.

Stop Buang Air Besar Sembarangan Jadi Bagian Penting

Salah satu perhatian dalam STBM adalah menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan.

Kondisi ketika seluruh masyarakat tidak lagi melakukan buang air besar sembarangan dikenal sebagai Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Verifikasi diperlukan untuk memastikan kondisi tersebut benar-benar diterapkan masyarakat. Selain penggunaan jamban, pemantauan juga memperhatikan pengelolaan tinja dan peningkatan kualitas jamban.

Dengan demikian, pencapaian ODF bukan sekadar deklarasi.

Kebiasaan tersebut perlu dipertahankan agar lingkungan tetap bersih dan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan.

Cuci Tangan dan Air Minum Aman

Pilar berikutnya berhubungan dengan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun.

Kebiasaan sederhana tersebut merupakan bagian dari perilaku higiene yang perlu diterapkan secara konsisten.

Selanjutnya, masyarakat juga perlu memperhatikan keamanan air minum dan makanan di tingkat rumah tangga.

Air yang digunakan harus dikelola dengan baik. Begitu pula dengan proses penyimpanan dan penyajian makanan.

Penerapan kebiasaan tersebut membantu menciptakan lingkungan rumah tangga yang lebih sehat.

Sampah dan Limbah Rumah Tangga Perlu Dikelola

Persoalan sanitasi juga berkaitan erat dengan sampah.

Karena itu, pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pilar keempat dalam STBM. Masyarakat didorong mengelola sampah dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.

Pilar kelima kemudian mengatur pengelolaan limbah cair rumah tangga secara aman.

Limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan sekitar.

Oleh sebab itu, penerapan lima pilar harus dilakukan secara menyeluruh. Keberhasilan satu pilar saja belum cukup untuk menciptakan kondisi sanitasi yang optimal.

Kolaborasi Tim Kesling Perkuat Program STBM

Keterlibatan Tim Kesling Provinsi dan Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan pentingnya koordinasi dalam program kesehatan lingkungan.

Pemerintah daerah, Puskesmas, perangkat desa, kader, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mendukung keberlanjutan STBM.

Selain melakukan verifikasi, pendampingan juga diperlukan agar kebiasaan sehat dapat terus dipertahankan.

Pendekatan STBM sendiri menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam perubahan perilaku sanitasi. Karena itu, partisipasi warga menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

Dorong Lingkungan Desa Lebih Sehat

Verifikasi lima pilar STBM di Kecamatan Sragi diharapkan memperkuat penerapan sanitasi sehat di tingkat masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengetahui aspek yang sudah berjalan maupun bagian yang masih membutuhkan perbaikan.

Dengan demikian, tindak lanjut dapat dilakukan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Penerapan STBM yang berkelanjutan diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup bersih mulai dari keluarga hingga lingkungan desa.

Pada akhirnya, keberhasilan program bukan hanya tentang memperoleh status tertentu. Hal yang lebih penting adalah memastikan masyarakat terus menggunakan jamban, mencuci tangan dengan sabun, menjaga keamanan makanan dan air minum, serta mengelola sampah dan limbah rumah tangga dengan baik.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.