Lewati ke konten
Situs informasi independen dan bukan situs resmi pemerintah.

DPRD Pringsewu Dorong Vaksinasi Rabies Menjangkau Setiap Pekon

Program vaksinasi rabies Pringsewu mendapat dukungan dari DPRD. Cakupan vaksinasi diharapkan semakin luas hingga menjangkau masyarakat di tingkat pekon.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pringsewu, Anton Subagiyo, menyampaikan dorongan tersebut pada Kamis, 3 September 2026. Ia meminta masyarakat memanfaatkan program vaksinasi rabies yang digelar selama September.

Selain itu, program tersebut dijalankan Dinas Pertanian melalui bidang peternakan. Vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penularan rabies.

Vaksinasi Didorong Mendekat ke Pekon

Anton berharap pelayanan vaksinasi dapat semakin dekat dengan masyarakat. Dengan cara tersebut, pemilik hewan akan lebih mudah mengakses layanan.

Menurutnya, cakupan vaksinasi yang luas dapat memberikan hasil lebih maksimal. Program juga diharapkan memiliki target yang jelas di setiap kecamatan.

Karena itu, gerakan pencegahan rabies tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Pelaksanaannya perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemilik Anjing dan Kucing Diajak Berpartisipasi

Masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah rabies. Terutama, pemilik hewan perlu memastikan kondisi kesehatan hewan peliharaannya.

Selain itu, Anton mengajak pemilik anjing dan kucing agar tidak mengabaikan vaksinasi. Partisipasi warga dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan program.

Dinas Pertanian Pringsewu sebelumnya juga mengeluarkan ajakan serupa. Pemilik hewan diminta memanfaatkan Bulan Bhakti Rabies selama September 2026.

Dengan demikian, program tidak hanya bergantung pada pemerintah. Kesadaran pemilik hewan juga sangat dibutuhkan.

Rabies Perlu Dicegah Sejak dari Hewan

Rabies merupakan penyakit zoonosis akibat virus. Penyakit ini dapat menular dari hewan yang terinfeksi kepada manusia.

Umumnya, penularan terjadi melalui air liur hewan terinfeksi, termasuk melalui gigitan. Setelah gejala klinis muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal.

Oleh sebab itu, vaksinasi hewan menjadi langkah pencegahan yang sangat penting. Anjing menjadi sasaran utama, sementara hewan berisiko lain juga perlu mendapat perhatian.

Pencegahan rabies juga membutuhkan surveilans dan penanganan cepat setelah gigitan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Pringsewu Pernah Gelar Vaksinasi Serentak

Upaya pencegahan rabies juga dilakukan Pringsewu pada tahun sebelumnya. Pada 29 September 2025, vaksinasi digelar serentak di empat wilayah kerja Puskeswan.

Saat itu, sebanyak 163 dosis vaksin rabies telah diberikan. Pelayanan kesehatan hewan berupa pengobatan juga tersedia.

Sementara itu, kegiatan tersebut melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung. Program dijalankan bersama jajaran terkait di Kabupaten Pringsewu.

Selanjutnya, cakupan vaksinasi diharapkan terus meningkat. Pelayanan yang mendekati tingkat pekon dapat membantu memperluas jangkauan.

Dukung Target Nol Kematian Akibat Rabies

Program vaksinasi rabies Pringsewu juga sejalan dengan upaya menuju nol kematian manusia akibat rabies.

Dinas Pertanian Pringsewu menyebut vaksinasi mendukung target Zero by 30. Target tersebut mengarah pada nol kematian manusia akibat rabies yang ditularkan anjing pada 2030.

Namun, vaksinasi perlu dibarengi dengan kesadaran masyarakat. Pemilik hewan harus memperhatikan kesehatan dan perilaku hewan peliharaan.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu mengetahui tindakan setelah mengalami gigitan hewan berisiko. Penanganan medis tidak boleh ditunda apabila terjadi paparan yang dicurigai.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan Rabies

Pencegahan rabies membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan hewan, masyarakat, dan pemilik hewan memiliki peran masing-masing.

Karena itu, DPRD Pringsewu mendorong pelaksanaan program memiliki target nyata. Cakupan vaksinasi juga diharapkan semakin luas di setiap kecamatan.

Selain itu, pelayanan hingga tingkat pekon dapat mempermudah masyarakat membawa hewan peliharaan untuk divaksin.

Pada akhirnya, vaksinasi rabies Pringsewu diharapkan mampu menekan risiko penularan. Semakin banyak hewan terlindungi, semakin kuat pula upaya melindungi kesehatan masyarakat.

Disclaimer kesehatan: Informasi pada situs ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, atau saran langsung dari tenaga kesehatan.